Ternyata, Kekhawatiran DP Benar-Benar Terjadi.

Medianarasi.com. Sampang. Kali ini, dalam rangka menyambut pagelaran Festival Kesenian Pantai Utara tingkat Propinsi Jawa Timur dan Sampang Sapolo Areh pemerintah Kabupaten Sampang tidak tanggung-tanggung meliburkan sekolah dari tingkat PAUD sampai dengan SMA, baik negeri maupun swasta pada hari Sabtu, 02 November 2019. Hal tersebut mendapatkan sorotan Dewan Pendidikan setempat.

 

Zainuddin, M.Pd memaparkan bahwa langkah pemerintah meliburkan sekolah se-Kabupaten Sampang terlalu berlebihan dan terkesan mengorbankan kepentingan masyarakat banyak terutama peserta didik. Langkah tersebut tidak sepatutnya diambil oleh pemerintah melalui DISPORABUDPAR Sampang karena notabenenya tidak ada korelasi antara Festival Kesenian Pantai Utara dan instansi pendidikan. Sehingga seluruh tingkat pendidikan mulai dari PAUD sampai dengan SMA diliburkan. Seharusnya pemerintah mencari tempat alternatif untuk menampung peserta dari luar daerah dan tidak mengganggu Kegiatan Belajar Mengajar di sekolah.

 

Pemuda Magister Pendidikan tersebut juga menduga bahwa Disporabudpar Sampang telah mengkebiri hak-hak masyarakat khususnya dibidang pendidikan. Karena tanggal 02 November adalah hari Sabtu yang merupakan hari aktif bagi Kegiatan Belajar Mengajar di sekolah. Kami hanya tidak ingin hak-hak anak didik kami dalam mengenyam pendidikan terganggu. Pungkasnya.

Dewan Pendidikan saat melakukan survey di MAN Sampang 01 Nov 2019.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tidak hanya itu, ada hal lebih ironis lagi yang dilakukan oleh MAN Sampang. Sekolah ini tidak hanya meliburkan siswa 1 hari melainkan 3 (tiga) hari berturut-turut dimulai dari 31 Oktober s/d 02 November 2019. Sedangkan pada tanggal 30 Oktober, siswa harus pulang lebih awal dengan alasan mempersiapkan tempat untuk peserta FKPU.

Surat edaran dari Dinas Pendidikan Kab. Sampang 30 Okt 2019.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Salah seorang siswa yang tidak ingin namanya dimediakan mengatakan “iya pak, hari Rabu itu  pulang lebih awal sekitar jam 12.30, biasanya pulang jam 14.30 Wib karena mempersiapkan tempat untuk peserta dari luar daerah katanya. Sedangkan Kamis sampai Sabtu libur, sahutnya sambil menarik diri dari hadapan awak media”.

 

Hal ini menggugah seorang aktifis berinisial S untuk ikut berbicara menanggapi persoalan tersebut.”Saya rasa yang dilakukan oleh pihak MAN Sampang ini terbilang parah”. Dalam waktu dekat, kami akan laporkan hal ini secara administratif melalui *DUMAS* Kementerian Agama Republik Indonesia. Kami khawatir kebijakan ini hanya dibuat oleh pihak sekolah atau Kankemenag setempat.

 

Fathurrohman selaku kepala sekolah MAN SAMPANG menyampaikan bahwa sebenarnya para siswa tidak libur, hanya saja belajar dirumah. Hal ini berdasarkan hasil konsultasi kami dengan Bapak Mawardi, Kasie PENMA Kankemenag dan Kepala Kankemenag Sampang. Kilahnya”.

 

Sedangkan Bapak Mawardi, Kasie PENMA Kankemenag Sampang saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya tidak mau memberikan komentar apapun dan menyarankan media untuk langsung mendatangi H. Pardi, Kepala Kankemenag di kantornya. Sedangkan Kepala Kenkemenag bepergian ke luar kota.

 

 

Rep_Vicky_Medianarasi

Pyt_Kirom_Medianarasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.