Raja Juli Antoni: Saya Akan lihat Keberanin Habib Bahar Dalam Proses Hukum

Medianarasi.com – Jakarta. Sekjen Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni angkat bicara terkait sikap Habib Bahar yang enggan meminta maaf karena menyebut bisa jadi Jokowi haid dan kayaknya banci.
Sebagaimana diketahui, polisi mengaku akan memeriksa Habib Bahar hari ini. Antoni menunggu keberanian Habib Bahar menjalani proses hukum di kepolisian.
“Saya kira kasus ini sudah mulai masuk ke pro justicia, sudah ada yang melaporkan. Saya enggak tahu apakah dia seberani yang nampak di youtube atau kemudian dia meminta penundaan pemanggilan,” kata Antoni di Posko Cemara, Jakarta Pusat, Senin (3/12).
“Tentu sebagai warga negara yang baik, beliau mengikuti proses hukum dengan baik,” tambahnya.
Wakil Sekretaris Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf itu menjelaskan, pihaknya tak khawatir dituduh kembali melakukan kriminalisasi terhadap ulama dalam kasus Habib Bahar ini. Sebab, Antoni menilai, kini kata kriminalisasi telah dipakai untuk pertahanan diri (self defense).

“Kata yang dipakai sebagian orang sebagai kata self defensive mechanism, jadi kalau ada proses hukum, kriminalisasi itu semacam mekanisme untuk melakukan perlindungan diri mereka,” ungkapnya.
Dalam kasus Habib Bahar, Antoni mempersilakan masyarakat menilai, apakah sikap dan ucapannya merupakan perilaku yang menggambarkan Islam.
“Saya kira orang melihat sendiri apalagi orang yang besar dalam tradisi Islam ya, tahu bagaimana bagaimana umat Islam berdakwah dengan cara yang baik,” tutur mantan ketua Ikatan Remaja Muhammadiyah ini.
Kini kasus dugaan ujaran kebencian itu sedang bergulir di Bareskrim Polri. Sebelumnya, Habib Bahar menegaskan, dirinya tidak akan meminta maaf atas isi ceramah yang dinilai telah menghina Jokowi. Dia lebih memilih di penjara daripada meminta maaf.
“Kalau itu suatu kesalahan, demi Allah, saya Bahar bin Smith tidak pernah akan minta maaf dari kesalahan itu. Saya lebih memilih busuk di penjara daripada minta maaf. Allahu Akbar,” ujar Habib Bahar di Monas, Jakarta, Minggu (2/12).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.