Mahfud MD: Hoaks Surat Suara Dicoblos Itu untuk Mengacau Politik

Medianarasi.com – Jakarta. Guru Besar Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia ikut mengomentari kabar hoax adanya kontainer yang berisi surat suara yang sudah dicobloi di Kantor Bea Cukai Tanjung Priok, Jakarta Utara. Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi dalam  akun Twitternya @mohmahfudmd, sedari awal mendengar isu tersebut, dirinya sudah tak percaya. Menurutnya, surat suara saja belum dicetak, bagaimana bisa ada yang sudah dicoblos.

Mahfud MD menjelaskan bahwa mekanisme dalam percetakan surat suara ada beberapa tahapan, sebelum surat suara dicetak harus ada specimen (contoh yang disepakati). Hal ini biasanya ditunjukkan kepada kontestan atau diumumkan secara terbuka, Setelah itu dicetak dengan pengawasan ketat. Setelah itu baru bisa dicetak yang palsu. Jadi tak logis jika sekarang sudah ada 7 kontainer surat suara yang dicoblos.

Mahfud menduga ada pihak-pihak tidak bertanggung jawab yang sengaja menghembuskan isu ini. Niatnya, lanjut dia, bisa saja hanya untuk mengacaukan suasana jelang Pemilu 2019.

“Mungkin itu trik politik, mungkin juga gerakan untuk mengacau,” ungkapnya.

Ia juga mengapresiasi langkah KPU yang langsung mengecek isu ini ke lokasi di Tanjung Priok, Jakarta Utara. “Apa pun KPU sudah benar lapor ke polisi. Polisi harus usut,” tuturnya.

Sebelumnya, Ketua KPU Arief Budiman ditemani sejumlah komisioner dan pihak Bawaslu mendatangi kantor Bea Cukai, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (2/1) pukul 23.10 WIB. Kedatangan mereka untuk mengecek informasi yang beredar terkait ada tujuh kontainer surat suara yang telah dicoblos. Padahal, hingga saat ini surat suara belum dicetak karena masih proses tender.

“Kami memastikan berdasarkan keterangan Bea Cukai tadi ada berita 7 kontainer tersebut dan tidak ada juga bahwa ada TNI AL yang menemukan itu. Dan tidak benar KPU telah membuka satu kontainer tersebut. Jadi semua berita itu bohong,” ujar Arief di lokasi, Rabu (2/1).

Geger 7 kontainer berisikan surat suara yang sudah tercoblos di Tanjung Priok, salah satunya disebarkan oleh politikus Partai Demokrat Andi Arief. Namun, setelah dicek oleh KPU, kabar itu tidak benar. Andi lalu menghapus twitnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.