Lion Air JT-610: Kerabat Kebingungan Mencari Kabar Keluarganya

(ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal)

Medianarasi.com –Jakarta. Pasca terjatuhnya pesawat Lion Air JT-610 yang berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Bandara Deputi Amir Pangkal Pinang,  pihat pemerintah membuat tempat crisis center (pusat krisis) yang ada di berlokasi di Terminal 1 Bandara Soekarno-Hatta , Tanggerang, Banten.

Crisis center  merupakan tempat para keluarga atau sanak saudara mencari kabar terkait keluarganya yang menjadi korban jatuhnya Lion Air JT-610 di Perairan Karawang, tetapi setelah sejumlah keluarga korban Lion Air JT-610 mengunjungi crisis center mengaku tidak menerima informasi secara rinci, bahkan ada beberapa dari mereka pun mengaku diminta untuk mencari informasi keluarganya yang berada di pesawat Lion Air JT-610 itu ke Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

dikutip dari halaman cnnindonesia,  seorang anggota keluarga dari korban Lion Air JT-610 yang menolak untuk disebutkan namanya mengatakan,   tadi di sini enggak ada informasi rinci, cuma data cocokin nama saja. Terus diminta ke Halim, dia mengaku hanya mendapatkan kepastian bahwa salah satu anggota keluarganya yang bernama Savitri Wulurastuti merupakan salah satu penumpang pesawat Lion Air JT-610.

Leo Lumban Toruan, keluarga korban JT-610 lain, juga mengaku tidak mendapatkan informasi yang rinci seputar insiden jatuhnya pesawat Lion Air JT-610. Menurutnya, tidak ada pihak yang bisa memberikan informasi seputar langkahnya pencarian JT-610 di mana salah satu anggota keluarganya, Rudi Lumban Toruan, menumpang.

“Harapan kalau memang sudah dijemput Tuhan, semoga jenazah bisa segera ditemukan,” kata dia.

Saat dikonfirmasi, Kepala Kantor Otoritas Bandara Wilayah I Kementerian Perhubungan Bagus Sunjoyo tidak menjawab secara lugas terkait permintaan agar keluarga korban ke Bandara Halim Perdanakusuma. Ia hanya mengatakan sudah sebagian keluarga korban yang dipindahkan ke Bandara Halim Perdanakusuma berdasarkan permintaan Lion Air.

“Dari airlines sebagian akan dipindah ke Halim, sebagian tetap di sini,” katanya.

Bagus menambahkan, pihaknya telah menyediakan pemuka agama untuk memberikan pelayanan kerohanian kepada keluarga korban Lion Air JT-610 di pusat krisis di Terminal 1 Bandara Soekarno-Hatta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.