Kemendagri : GP Ansor Tidak Bisa Dibubarkan

Medianarasi.com– Gerakan beberapa golongan dari masyarakat yang geram dan masih sakit hati dengan aksi pembakaran bendera hitam bertulis kalimat tauhid dan saleyer juga bertulisan kalimat tauhid yang dilakukan oleh GP Ansor pada hari senin 22 Oktober 2018 waktu memperingati Hari Santri Nasional di Garut, Jawa Barat. beberapa masyarakat menuntut agar GP Ansor dibubarkan saja, karena dianggap menghina kalimat tauhid.

menanggapi tuntutan itu, dikutip dalam halaman cnnindonesia Kementerian Dalam Negeri menyatakan organisasi masyarakat dapat dibubarkan apabila bertentangan dengan Pancasila atau melakukan pelanggaran beberapa kali, bahkan setelah diberi sanksi administratif, sementara GP Ansor tidak melakukan dua hal tersebut.

Dirjen Politik dan Pemeritahan Umum Kemendagri Soedarmo di Manado dikutip dari halaman Antara mengatakan ” kalau tidak ada unsur pidananya berarti mereka tidak bisa dibubarkan, ada beberapa syarat untuk membubarkan ormas salah satunya adalah pabila ormas melaksanakan kegiatan yang bertentangan dengan Pancasila, tanpa melalui proses sanksi administrasi dapat langsung dibubarkan, ini mengacu pada  Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2017, apabila melakukan pelanggaran, seperti mengarah pada tindakan kriminal akan mendapat sanksi administrasi pertama secara tertulis dan diberi waktu seminggu untuk menghentikan kegiatan tersebut. Selanjutnya, kata dia, jika dalam waktu sepekan setelah diberi sanksi tidak mengindahkan akan diberi sanksi administrasi yang kedua dalam waktu seminggu. Kalau mereka masih melanggar, akan langsung dicabut izinnya, otomatis dibubarkan. Itu dua hal yang bisa membubarkan atau mencabut izin ormas,” tutur Soedarmo.

Polisi menilai para pelaku pembakaran bendera bertindak atas dasar spontanitas dan tidak memiliki niat jahat sehingga tidak memenuhi unsur pidana.

Sementara itu, orang yang membawa bendera ormas HTI ke acara Hari Santri Nasional (HSN) di Garut, Jawa Barat, Uus Sukmana telah ditetapkan sebagai tersangka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.