Datang Lalu Pergi

#datang

aku tidak tau keadaan, tidak tau tentang rasa, tidak tau  tentang rupa, tidak tau akan sayang, dan tidak tau tentang rindu

setelah perahuku lama terampung dalam keambinguaan, aku mulai berlayar akan menemukan perabuhan untuk singgah

kerap kali aku harap datang menemukan dermaga yang menerima keadaan di segala musim

menemukan dermaga tidak hanya menjadi tempat  bersandar tetapi bisa menjadi tempat berbagi

 

waktu mengatarkanku pada dermaga yang baru merekaferi

awalnya aku takut bersandar, sebab dermaga ini penuh kemehawan dan kesederhaan

mulai mendekat sampai akhirnya aku merapat

 

sejenak aku bertanya tentang musim hari itu, kenapa langit disini berkabut padahal di tengah lautan matahari kelihatan nampaknya?

dermaga mulai berbagi kisah tentang perahu yang berlayar hilang dan berlabu ke dermaga yang lain

dia berharap perahu yang lama tak singgah bisa datang bersandar,

 

pada akhirnya aku menjadi penganti perahunya yang telah lama mengilang

sebelum datang, sebelum siang pergi aku selalu ijin dan berkabar tentang kuatnya ombak di laut,

agar dermaga berdoa aku bisa pulang selamat

 

#sayang

rasa itupun datang, akupun tidak pamit kepada hati bahwa sayang sudah datang

dermaga menjadikan diri tempat berbagiku, tempat berbagi pengalaman di laut saat aku berlayar

pun dermaga menjadikan dirinya bukan hanya tempat bersandar, tetapi tempat membagi rasa

bagaimana gelisahnya menunggu kepulangan, diapun hanya berkata jagalah diri pulanglah segera

 

#rindu

pagi itu hujan turun, sedangkan aku masih di laut

terbesit aku memikirkan dermaga yang baru saja aku tinggalkan,

ah….. tib-tiba rindu itu datang menyusup tanpa ijin pada keadaan

 

rindu, adakah waktu yang lain selain memikirkan dermagaku hari ini? tanyaku

sayangmu telah mengejawantahkan melalui kerinduan ini, jawabnya

#pergi

pagi itu, aku ijin berlayar

diapun bilang jangan kembali kedermagaku

sebab aku tidak bisa mengantikannya denganmu

 

akupun mulai bentangkan layar meninggalkan rasa rindu dan sayang

sebab, aku tau bahwa aku hanya menjadi sandaran palsu ketika perahu yang dia harap datang

akupun harus pergi jua

 

Penulis : Uda_den Sh

Mahasiswa Universitas Islam Indonesia

Yogyakarta

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.