CADAR REMBULAN

CADAR REMBULAN

 

Sebilas senyuman belum nampak

Hanya tergerai senyuman cadar

Suaranya menggema berbentuk bayangan

Tak tentu nyata adanya dalam angan

Iringan doa terpancar berselubung dalam sanubari insan

Penuh dengan jantung penasaran

Renbulan cadarkah atau cadar rembulankah

Sepertiga malam  enkau bangkitkan

Dengan tentram ademnya air wudhuk

Bintangpun terkatuk katuk menahan hiruk pikuk

Dijatuhkan dahi dalam hati sejadah

Untuk merayu sang maha pemurah

Haruskah rembulan lenyap di sepertiga malam

Keresahan lenyap akan memutuskan harapan insan

Diharapkan bocah sepertiga malam

Detak sanubari jantung bergulam dalam

Hati menahan rindu malam

Untuk di jatuhkan rindu pada rembulan alam

 

 

Sumenep 15, April, 2018

 

DOA INSAN MU

Segenap rebahan dalam lantunan doa insan mu

Menorehkan dalam bentuk bait tak berdaya

Hanya sekedar brnostalgia dalam dosa dosa yg ia dapat di setiap harinya

Mata memandang  dan menengadahkan tangan mengemis

Mengadu memohon ampunan dari yg maha muliya

Mengoreskan luka yg beranggap dalam alunan doa

Allah itulah yg  ia ucapkan dalam denyut nadi

Getar nyawa getar nadi getar jiwa

Semua kan kembali kepadanya

Tak lain hanya bagun di sepertiga malam meresapi dingin  malam

Tak bersahabat menepis relung tulang

Itulah doa insan mu yang ia panjatkan dalam dalam

Menghapus dosa dosa  tertutup dengan kata ustad

Insanmu ini bisa saja tergelincir dengan noda

Hanya nama engkau robby yang bisa aku sebut dalam bingkaian doa doa

Menegadah dengan kelikhlasan mengharap terkabul

Kalimat suci nama-nama mu yang suci

Aku letakkan dalam dada sedalam mungkin biar aku selalu ingat

Dalam bait bait doa yang aku bentuk denga doa

 

Sumenep; 11 agustus 2018

 

Penulis : Afrizal Hasbullah

Mantan Aktivis Sanggar Seni dan Budaya Teater Kertas Pamekasan Madura

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.