Bupati Boyolali: Ikut Turun Aksi #SaveTampangBoyolali.

Medianarasi.com -Jakarta. Pidato soal wajah Boyolali yang disampaikan Prabowo dalam pidata deklarasi berbuntut panjang. Bahkan pada Minggu (4/11) pagi, warga Boyolali termasuk Bupati Seno Samodro dan Ketua DPRD S Paryanto turun ke jalan dan menggelar aksi bertajuk #SaveTampangBoyolali.
S Paryanto selaku bupati Boyolali meminta agar Prabowo meminta maaf kepada warga Boyolali soal pernyataan itu. dikutip dari halaman kumparan anggota Badan Komunikasi DPP Gerindra, Andre Rosiade, pidato Prabowo itu tak ada niatan untuk mendeskreditkan warga Boyolali, Pak Prabowo tidak punya niat apapun menghina masyarakat Boyolali. Orang pesertanya ketawa-ketawa kok, enggak ada masalah kok. Tapi karena ini menjelang pemilu, butuh serangan personal ke Pak Prabowo dieditlah.
“Dipotong videonya lalu digoreng sama Raja Juli Antoni. Kan Raja Juli Antoni yang goreng pertama kali. Ya wajarlah (bupati ikut aksi), bupatinya PDIP. Pendukung Pak Jokowi. Tentu dikapitalisasilah Bupati Boyolali itu,” lanjut dia.
 Andre percaya isu ini digoreng untuk menurunkan elektabilitas Prabowo yang dalam survei saat ini mulai merangkak naik mengejar Jokowi. Lalu, saat ditanya apakah Prabowo akan minta maaf ke warga Boyolali, ia hanya menjawab singkat. soal bupati Boyolali yang memimpin aksi bertajuk #SaveTampangBoyolali, Andre menuturkan, pihak Gerindra tak akan melaporkannya ke Bawaslu. Karena beberapa kali pihaknya melaporkan suatu kasus ke Bawaslu tidak pernah ditindaklanjuti.
“Kasus videotron, Pak Jokowi enggak disanksi apa-apa. Jadi capek hati gitu ngelaporin. Jadi mending didiemin ajalah. Capek hati. Berharap nanti kecewa,” tuturnya.
Sebelumnya, warga sangat kecewa dan protes keras soal warga Boyolali dibilang jika masuk ke hotel mewah akan diusir karena tidak pantas. Video yang melecehkan warga Boyolali itu, menjadi viral hingga sekarang. Karena itu, warga Boyolali kemudian melakukan protes turun ke jalan-jalan, dan sekitar 20.000 orang lebih hadir menyatakan pernyataan itu, sebuah bentuk pelecehan terhadap warga Boyolali.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.